Tamu Kita : Dedy Djamaluddin Malik, Anggota DPR/MPR Profile Khalayak..

Sebagai pencerahan, dalam bekerja yang menyangkut pengurusan khalayak, minimal kita harus mempunyai konsep, jaringan, silaturahmi dan abilitas lainnya. Dalam kesempatan ini ada tamu penting yang layak diperkenalkan, seorang tokoh nasional yang menghalayak, yang kiprahnya telah menginspirasi banyak kalangan. Atau sedikit banyak telah memengaruhi tatanan pengelolaan tata negara Kita. Semoga bermanfaat.

kopiah-warna1Pria yang akrab disapa “Kang Dedi” ini kelahiran Bandung, 25 Desember 1957. Beliau berhasil lolos ke Senayan mewakili DP II Kabupaten Bandung Jawa Barat, pada pemilihan Umum 2004 lalu. Bagi Dedy, menjadi anggota DPR merupakan tugas berat. Apalagi, di tengah citra kurang sedap menghinggap lembaga legislatif. Namun anak kedua dari tujuh bersaudara dari KH RA Ma’mun dan Ny. RH Imas Siti Masitoh ini yakin, dengan prinsip hidup “khairunnas anfahum linnas” (sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat bagi sesamanya). Ia bisa menjalankan tugas sebaik mungkin.

Agaknya, bukan tanpa dasar Dedy berkiprah di DPR. Sejak remaja, SMA, ia sudah aktif di remaja masjid atau Tarka dan BKTK di kawasan kumuh Bandung Barat, tempat kelahiannya. Ketika masuk Fakultas Publisistik Unpad (sekarang Fikom), pada 1977, ia berturut-turut dipercaya sebagai Ketua Angkatan, anggota BPM, hingga Ketua Senat Mahasiswa Fikom Unpad pada 1980. Aktivis yang dulu menolak NKK/BKK ini juga aktif di HMI Cabang Bandung, Badko Jabar dan Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) Bandung.

Kemampuannya menulis di media massa sejak mahasiswa, membuat Dedy keluar masuk jadi wartawan di koran lokal seperti Mandate, Forum dan Pikiran Rakyat. Tetapi ketika selesai kuliah, Dedy lebih memilih menjadi Humas dan dosen di Universitas Pasundan, Bandung. Kemudian pindah menjadi dosen dan Pembantu Dekan I Universitas Islam Nusantara sekaligus dosen luar biasa IAIN Sunan Gunung Jati, Bandung dan berbagai PTS lainnya.

Selain mengajar, Dedy juga aktif menulis artikel dan makalah serta menjadi pembicara diskusi dan seminar di Bandung, Jakarta, Yogya, Surabaya dan Makassar. Usai lulus magister (S2) dari Pascasarjana Unpad tahun 1992, Dedy mendirikan Lembaga Pengkajian Penelitian dan Pelatihan Komunikasi (LP3K). Di lembaga ini Dedy banyak menerbitkan buku-buku komunikasi seperti Komunikasi Persuasif, Komunikasi Internasional, Editorial, semua berupa terjemahan.

Kumpulan tulisannya bersama Dr. Yudi Latif dan Idi Subandi Ibrahim, bertajuk Hegemoni Budaya dibukukan penerbit Bantang, Yogya, 1997. Pada tahun yang sama, tesis S2-nya diterbitkan, Zaman Baru Islam Indonesia oleh Penerbit Zaman, Bandung.
Selain aktif menulis dan pembicara, Dedy yang hobby-nya membaca ini, juga aktif di berbagai organisasi profesi. Di Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) misalnya, ia menjabat selaku Wakil Ketua ISKI Pusat; pernah bergabung dalam International Communication Association (ICA), Speech Communication Association (SCA), International Public Rekations Association (IPRA) dan Asian Mass Communication Research and Information Center (AMIC), Singapore.

Pada 1998, Dedy bersama kawan-kawan PWI Jabar mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Bandung. Lembaga yang dirintis sejak 1994 itu, dipimpin sendiri oleh Dedy yang kini menjabat selaku Ketua Stikom Bandung. Ketika pada 2002, Stikom Bandung bekerjasama dengan Disbudpar Jabar mengelola talkshow “Bruk Brak” di TVRI Jabar dan Banten, minat Dedy selaku presenter terhadap seni, budaya, dan pariwisata , makin terbuka. Padahal minat yang selama ini digelutinya adalah politik,komunikasi, pendidikan, sosial, agama dan hubungan internasional.

Masalahnya, mengapa Dedy berubah dari akademisi ke politisi? “Saya ingin memperluas wilayah pengabdian”, jawabnya singkat. Lagi pula, lanjut Dedy, begitu banyak harapan kalangan menengah dan intelektual akan tumbuhnya demokratisasi di Indonesia, namun umumnya mereka hoby politik. Akibatnya, kata Dedy, partai sebagai salah satu pilar demokrasi kurang optimal mengaktualkan fungsi-fungsi lantaran kurang didukung SDM yang memadai. Maka, siapa pun yang ingin menghidupkan demokrasi, kaum intelektual, harus bersedia masuk partai, imbau Dedy meyakinkan.

Ayah berputera dua ini mengaku sudah siap dengan program kerja selama menjadi anggota DPR. Ia misalnya, akan melakukan komunikasi politik yang intens dengan basis-basis konstituen di daerah asal pemilihannya, termasuk kesiapan menerima berbagai keluhan publik di DPR. Sementara di fraksi, Dedy berharap mampu meningkatkan kinerja dan soliditas sesama anggota. Di komisi, ia ingin semakin meningkatkan kompetensinya agar kontributif bagi komisinya.

Selain itu, menjalin hubungan dengan media massa dan kelompok-kelompok masyarakat yang akan menjadi mitra kerjanya, juga sebagai program kerja yang penting. Last but not least, disiplin dan integritas moral sebagai anggota DPR merupakan bagian penting komitmen Dedy. ***
Untuk mengapresiasikan rasa kepedulian, kebersamaan serta tanggung jawab yang besar kepada rakyat, khususnya masyarakat yang ada di Kab. Bandung & Kab. Bandung Barat, Dedy mendirikan sebuah lembaga advokasi dengan nama Dedy Djamaludin Malik center atau lebih dikenal dengan “DDM Center”.

Sesuai dengan motto beliau yaitu “berbuat untuk rakyat”, maka eksistensi lembaga ini lebih difokuskan untuk membantu masyarakat kelas bawah. Ditengah kesibukan menjadi anggota dewan di pusat, Dedy selalu berusaha untuk menyempatkan diri langsung melakukan aksi sosialnya dalam bentuk tindakan nyata ke beberapa daerah. Meskipun lembaga ini baru berjalan kurang lebih 2 tahun, namun ada beberapa agenda program yang telah sukses dilakukan, diantaranya:

PROGRAM KERJA DDM CENTER

Mentargetkan sedikitnya 100.000 anggota berasuransi
Pengobatan Massal ke beberapa daerah di Kab. Bandung
Pelatihan Komunikasi bagi SMU dan umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: