Renungan : Sebuah Nama di Papan Nisan

Sebuah Nama di Papan Nisan
Oleh : Dede Farhan Aulawi

Sahabat…
Kita semua memiliki jasad kehidupan
Tetapi seringkali kita tidak memiliki ruh dari kehidupan itu sendiri
Ruh kehidupan adalah sebuah eksistensi diri
…sebuah tujuan hidup menuju kemuliaan
…yaitu untuk menggapai ridlo-Nya semata

Coba kita merenung sejenak…
Kita ini berasal dari mana ?
Sedang apa ?
Dan mau kemana ?
Apa yang bisa kita pertanggungjawabkan ?
Sudahkah kita menunaikan amanah yang kita pikul ?
Mampukah kita mempertanggungjawabkannya di mahkamah Rabbi nanti ?

Sahabat…
Kita hidup memiliki awalan,
…yaitu ketika kita terlahir ke dunia yang fana ini
Dan hidup kita pun memiliki akhiran,
…yaitu ketika ruh terlepas dari badan
Sekaligus menandai awal babak dari kehidupan yang baru
Suatu fase dimana kita harus mempertanggungjawabkan segalanya

Kita terlahir tanpa meminta
…dan kitapun akan kembali tanpa menolak
Dan ketika sang ajal tiba,
…maka kita tidak bisa mempercepat sedetikpun
…juga tak bisa menunda barang sesaatpun
Ketentuan Illahi adalah mutlak adanya

Sahabat…
Mungkin kita pernah bertanya pada diri sendiri
Bagaimanakah akhir dari cerita kehidupan kita ?
Apakah kita akan meninggal karena faktor usia yang semakin tua ?
Apakah melalui sebuah kecelakaan ?
Apakah dengan kisah penderitaan di rumah sakit ?
Apakah karena tekanan jiwa yang semakin berat ?
Ataukah dengan berbagai alasan lain…
Kita semua tidak tahu…
Dan kita semua tidak dapat memilihnya…
Karena itu semua adalah rahasia-Nya

Termasuk kapan kita akan meninggal…?
Apakah hari ini ?
Esok lusa ?
Minggu atau bulan depan ?
atau masih beberapa tahun lagi….?
Kitapun tak tahu…
…tapi anehnya,..
Meskipun kita tidak tahu kapan kematian akan menjemput,
Tapi seringkali perilaku kita tidak pernah menunjukkan hal itu

Coba saja…,andaikan kita tahu
…bahwa kematian akan menjemput kita minggu depan
…apa yang akan kita lakukan,
Barangkali mind set kita langsung berubah 180 derajat
Kita rubah haluan dari Dunia Oriented ke Akhirat Oriented
Kita lupakan kesibukan yang selama ini membelenggu kita…
dan kita terus menerus mendekatkan diri pada-Nya
Setiap detik di isi dengan amal ibadah…
Kita akan meminta maaf pada setiap orang yang kita temui…
Kita pun memohon do’a kesana kemari
Bahkan seluruh harta kekayaan pun kita wakafkan atau di sedekahkan…
Zakat kita tunaikan…
Sholat tak ada yang terlewatkan…
Secara tiba – tiba kita menjadi orang yang paling sholeh / sholehah…

Tapi…
Ketika kita tak tahu kematian kapan kan menjemput
Kita seolah – olah tak peduli
Mind set kita masih seperti ini…
…amal kebajikan juga alakadarnya…
Kita anggan untuk meminta maaf…
Sholat dan zakat seingatnya….

Dan jika saatnya tiba…
Kitapun akan terbelalak ketakutan…
Kita akan menangis penuh penyesalan…
Kita menjerit – jerit mohon ampunan…
Bumi dan langir menggelegar….
Tapi tangis dan sesal kemudian tidak memiliki arti lagi….
…haruskah kita berubah…,ketika jasad sudah terbungkus kain kafan
dan sebuah papan nisan bertuliskan nama kita ditancapkan …????

Satu Balasan ke Renungan : Sebuah Nama di Papan Nisan

  1. yana mengatakan:

    perenungan yang bagus untuk direnungkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: