Nyawang : “Ngadu Bako”

visi-misirev1

Oleh : T. Ahmad Pathoni / Ka. RW-21

Upaya menciptakan lingkungan Warga-21 agar tentram, tertib dan aman ditata secara komprehensip dari seluruh aspek ; agama / idiologi, sosial, ekonomi, budaya, politik, hukum, keamanan dan teknologi. Tidak parsial supaya integral, sistemik dan sinergi. Dan bila ada masalah Kita analisis secara diagnostik, tidak remedial. Diselesaikan mulai dari akar-akarnya. Kita menginginkan adanya masyarakat komunal, saling peduli, tidak individual. Ditilik faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahannya, serta faktor eksternal yang menjadi kesempatan atau peluang dan ancamannya. Supaya mempunyai strategi yang tepat dalam bertindak, berada di posisi mana Kita berada. Begitulah setidaknya inti kata guru besar Manajemen Strategi dari Program Magister Unpad, Prof. Feisal Afif atau Prof. Kusnaka Adimihardja, ahli antropologi budaya dan sosiologi negeri Kita, atau kata Expert Strategic Planning Prof. Iman Sudirman dan Dr. Ubuh Buchara dari ITB, dan Prof. Komaruddin dari UPI, tokoh-tokoh yang pernah dekat dan menjadi pembimbing penulis.
Tentram (Sakinah) adalah kondisi “ruhaniah” warga yang secara kongkrit dapat mewujudkan ketenangan lahir dan batin. Merasa betah, terformulasikan dalam perilaku yang baik, ahlak terpuji.
Tertib (Tumaninah ; ‘merele metakeunana, ngaheulakeun nu ti heula, mandeurikeun nu pandeuri) adalah terhindarnya perilaku “jasmani” melanggar norma bersama yang formal maupun nonformal, taat pada aturan yang boleh atau terlarang. Patut atau tidak menurut ketentuan.
Aman (Iman, amanah) adalah kepercayaan adanya perlindungan keselamatan jiwa, harta, akal, agama dan keturunan yang terhunjam didalam lubuk kalbu sanubari. Hakekatnya bergantung kepada Ketentuan Sang Pencipta. Syareatnya mesti melalui ihtiar sesama. Penjagaan fisik dan nonfisik dari gangguan pihak lain terhadap tentram dan tertib. Dimulai tarapti dari diri sendiri.
Implementasi satunya fikiran, ucapan dan tindakan ; jabaran dari tentram, tertib dan aman diupayakan terinternalisasi dalam tata kelola Warga-21 yang baik (good governance) melalui konsepsi ‘ngadu bako’.

‘Ngadu bako’ adalah akronim yang penulis buat dari kalimat ‘NGAriung DiUk BAreng jeung KOkolot’, suatu cara komunikasi timbal balik, urun rembug, lesehan, ngampar-samak atau cukup duduk2 dan ‘standing’ saja, atau dengan berselancar di dunia maya ini. Mengajak partisipasi warga supaya berdaya, empowerment. Mendapatkan input atau feedback dari seluruh komponen warga atas berbagai hal yang diterapkan pengurus warga (RT/RW) supaya proses mengeluarkan sesuai harapan. Top Down Policy, Bottom-Up Report (Dari atas kebawah, dari bawah ke atas). Mendapatkan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat, pengawasan yang ketat. Medianya memang jadi bisa bermacam-macam, yang pasti tujuannya tercapai, ‘caina herang laukna beunang’, transparan dan akuntabel. Suasananya sangat cair dan penuh keakraban-kebersamaan. Warga Kita, mirip representasi Indonesia. Ada yang dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, dll dengan berbagai suku, agama, bahasa dan adat istiadatnya. Stratata pendidikan, ekonomi, sosial yang rata-rata sudah mapan dan bervariasi, berbaur dalam kesetaraan Warga-21 yang saling toleran dan menjungjung silaturahmi dan kekeluargaan.

Indonesia Kita ingin menuju kemandirian, keluar dari keterpurukan. Butuh perubahan, senantiasa butuh manusia yang bersumber daya terbaharukan untuk menghadapi persaingan global. Dalam berbagai keterbatasan, Kita butuh inovasi untuk unggul secara kompetitif maupun komparatif. Dikelola secara amanah, untuk adil dan sejahtera mengantarkan kepada masyarakat makmur. Padahal modal dasar sudah melimpah, sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang tiada duanya. Anugrah Maha Pencipta.

Penulis teringat di awal-awal dalam warga Kita. Bagaimana memulai perubahan lingkungan baru Kita secara significant agar sesuai dengan kebutuhan bersama, ruhani-jasmani. Cita-cita masyarakat baru yang akan terdiri dari keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah dambaan Kita semua. Kita memulai dengan ihtiar membangun sebuah masjid. Mencontoh hal pertama yang dilakukan Nabi SAW dengan Masjid Quba untuk kemudian menata masyarakat di Yastrib, yang kemudian berubah nama menjadi Madinah Al-Munawwaroh (Kota yang mendapat Cahaya. Al-Munawwaroh ; Segat isim maf’ul, dari wajan faroha. Asal kata dari naarun, yaitu api atau cahaya). Madinah di zaman Nabi SAW menjadi cikal bakal atau salah satu referensi ‘Masyarakat Madani” yang banyak digagas para penganjur perubahan tata kelola negara di bumi pertiwi ini sebagai Civil Society. Tata kelola di Madinah ini direferensikan sebagai zaman yang mendapat peradaban. Bagi Kita, masjid sebagai ibarat ‘ ikan dengan airnya’ yang tak bisa dipisahkan. Dengan ini jadilah ada Al-hikmah masjid Kita itu. Fungsi masjid Kita itu, dalam pendiriannya disiapkan bukan sebagai sarana ibadah mahdoh saja (Sholat saja misalnya), tetapi berfungsi juga sebagai sarana ibadah goer-mahdoh, pendidikan, siyasah, sosial, dakwah, budaya, pemberdayaan ummat, advokasi dhuafa, dan lain-lain fungsi sepanjang tidak bertentangan dengan syara’ untuk membuat perubahan sosial (Social Changes), meningkatkan iman dan taqwa (Spiritual Improvement). . Inilah sebenarnya esensi fungsi masjid. Kenapa Kita namakan Masjid Kita dengan ‘Al-Hikmah’, memang ada ‘asbabun nujulnya’ juga.

Dan Kita rasakan dalam prosesi inilah potensi sumber daya warga Kita benar-benar berdaya. Dalam waktu singkat, di tahun 2000, mengawali abad milenium kedua, masjid Kita dengan arsitektur prima minimalis itu dapat tuntas berfungsi untuk Kita gunakan, dst. Kemudian agar ada yang mengurus (Takmir) dan senantiasa membimbing Kita, jadilah ada DKM serta beberapa forum pengajian bergilir antar rumah di RT-RT. Ingin memiliki induk atas sebuah kedaulatan berwarga, jadilah Rukun Warga-21 dari asal dua RT. Malam-malam Kita tetap keluyuran agar terhindar dari ulah tangan jahil, jadilah ada Siskamling malam dan siang, tenaga pengamanan dengan pos-pos rondanya di tiap RT. Ada yang membuangkan sampah supaya kesehatan terjaga, lingkungan bersih, jadilah subkontrak pengangkutan sampah dengan ‘Pa Enco’. Mengatasi keadaan gelap gulita, Kita sosialisasikan neonisasi, yaitu warga menyediakan penerangan di depan rumahnya untuk jalan. Kita pasang PJU, dll. Ingin memberikan peran kepada ibu-ibu Kita, jadilah PKK Anggrek 21, Poktan, Kader2 dan majlis ta’lim muslimahnya yang cukup proaktif. Kwatir anak-anak Kita dalam pendidikannya, diupayakan majlis ta’lim anak, halaqah atau klasikal, jadi pulalah TK/TPA “Nurul Hikmah”. Kita ihtiarkan pula adanya Madrasah untuk wahana belajarnya dan aula kebutuhan kita beserta pembenahan halamannya. Tidak ketinggalan untuk menyalurkan hoby atau menjaga kesehatan jasmani, jadilah lapang-lapang bulu tangkis, bola volly, putsal, dsb. Bahkan masalah kesulitan tempat pekuburanpun teratasi, pemakaman cijerah bagi Warga-21 beserta layanan pemulasaraannya. Kita peduli saudara kita yang dhua’fa, jadilah kiprah PHBI, tabligh akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi SAW, Isra’ Mi’raj, Nujulul Qur’an, baksos santunan yatim piatu, pembagian sembalo, pengelolan zakat/fitrah, halal bi halal dan qurban yang senantiasa melimpah. Agenda tetap HUT RI berjalan dengan baik tiap tahunnya dengan berbagai ekspresi. Memanfaatkan ‘hal gaib’ informasi teknologi – membangun website di internet serta men-set-up hot-spot nya melalui konsep RT/RW-Net, Dan seterusnya kiprah-kiprah yang lain…. Tak kalah menyita waktu juga, membangun hubungan dengan pemerintahan dan melayani kebutuhan warga ; KK, KTP, SKCK, NA, Raskin, BLTM, Konversi kompor Gas, Vooging, Korpe, Menyelesaikan Konflik, Posyandu, PIN, dsb. Menyelenggarakan TPS pemilu legislatif/presiden/gubernur/bupati/Kades, berhasil dengan baik dijalankan tanpa gejolak. Semuanya berkat kebersamaan kita. Ibaratnya kita sekarang seperti gadis cantik yang dikerling banyak orang. Tak sedikit yang telah menyatakan rasa jatuh cinta kepadanya.

Jadi, tidaklah heran kalau di Warga-21 banyak kegiatan positif yang telah dikerjakan bersama. Ada ladang untuk berlomba menanam kebaikan. Aspek struktural dan kulturalnya. Kinerja atas kiprah ini manis memang. Meski masih sangat banyak hal yang belum tergarap, tantangan tentunya. Kadangpun kepahitan menerpa, ini karena hukum alam yang berpasangan, ada siang ada malam. Mungkin inilah kilas balik ke belakang kiprah kita sejauh ini. ‘Nyawang’ ternyata dapat juga menjadi instrospeksi diri atau muhasabah untuk melihat diri ke belakang, perbaikan ke depan. ‘Sasieureun, sabeunyeureun’ menjadi voluntir, memanfatkan sedikit waktu terluang untuk berbuat bagi kebaikan lingkungan Rukun Warga-21,   ‘Rumah Kita’ bersama. Semoga kiprah tersebut bermanfaat dan sedikit memenuhi harapan baru untuk menata perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik dengan berkah yang melimpah tentunya… ***🙂

3 Balasan ke Nyawang : “Ngadu Bako”

  1. yana mengatakan:

    Betul Pa RW..

    Saya inget…bagaimana kompaknya kita dulu… ngobrol tidak dibatasi wilayah RT dimana kita tinggal…
    siskamling tidak dibatasi RT, dan bisa kita buktikan sekarang.. ternyata kalau ada kegiatan apapun.. ternyata orangnya masih yang dulu-dulu juga…

    Tapi sepertinya ada koreksi sedikit tentang sejarah RW 21, misalnya :

    “… Ingin memiliki induk atas sebuah kedaulatan berwarga, jadilah Rukun Warga-21 dari asal dua RT…..”

    perasaan dulu RW terbentuk oleh 3 RT… dengan rapat pertama pembentukan panitia disebelah rumah saya yang kebetulan kosong, dihadiri oleh 3 RT yaitu RT 1 : Pa Dikdik, Pa Yayan, Pa Nana
    RT 2 : Pa Asep
    RT 3 : Pa Giri, Pa Zaetun dan saya sendiri

    dengan calon RW pertama yaitu :
    Abah Mamat, Pa Anugrah, 2 orang lagi saya lupa

    Maaf pa RW..kalau ada salah nulis….atau salah cerita.

    Nuhun

  2. rw021 mengatakan:

    Tks P Yana ; Iya kita bisa lupa, yang benar berasal dari 2 RT. (Ketua RT pertamanya : RT 1/Blok C, P. Dikdik Ismail, RT 2/Blok E, P. Asep Koswara). Kemudian pembentukan RW-21 baru yang terpisah dari RW kita yg lama, RW-17. Terpilih P. Anugrah sebagai Ka. RW-21 baru yg pertama. Sekretaris P. Ramlan / P. Muharam. Bendahara P. Erwin / P. Sutiawan / P. Dikdik. dan pembentukkan seksi-seksi yg lain.
    Kemudian kita lakukan establishment :
    RT 1 lama menjadi 3 RT, yaitu RT-1, 2 dan 3.
    Urutan Ka. RT nya : (RT-1 ; P. Dikdik, P. Endang, P. Puguh dan P. Wastaman). (RT-2 ; P. Ahmad, P. Syukri, P. Heri/P. Gunawan dan P. Hamsani). (RT-3 ; P. Giri, P. Zaetun, P. Achmad dan P. Yana Karyana).
    RT2 lama menjadi 3 RT, yaitu RT-4, 5 dan 6.
    Urutan Ka. RT nya : (RT-4 ; P. Asep Koswara, P. Yance, P. Rudi Hartono, P. Nugroho). (RT-5 ; P. Rimba, P. Yuliansyah, P. Bambang Alk, P. Hajar Aswandi). (RT-6 ; P. Muchtar Noor, P. Duzan, P. Yaya/P. Edi dan P. Imam Santoso).
    Memang sebelum ini, karena luasnya wilayah dan pentingnya efektivitas kepengurusan, ditambah kesulitan dalam komunikasi dengan Ka. RW-17 kita yang lama waktu itu, yang rumahnya nun jauh di ‘rawa’ sana, di luar area kita, gagasan pemecahan 2 RT ini telah jadi wacana menjadi kemungkinan beberapa RT dalam satu RW baru, kendala realisasinya adalah tidak adanya warga yang siap jadi pengurus, serta masih kosongnya warga penghuni sendiri dan lampu hijau dari pemerintahan Desa untuk dipisah dari RW-17. Dari prosesnya kemudian, wacana pemecahan 2 RT ini dapat terealisasi menjadi 3 RT dulu, yaitu ada RT-3 baru oleh P. Giri. Dalam posisi ini, ada 3 RT itu pun berasal dari wilayah 2 RT lama, yang tetap sebagai Wilayah RW kita sekarang.
    Dalam posisi sebelum ada dan dalam pembentukkan RW-21 yang baru dan masih dalam RT yg lama itu, Penulis masih sebagai Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-hikmah bersama P. Anugrah, P. Nana dan P. Hendra. Sekretaris : P Ramlan / P. Muharam. Bendahara P. Bambang Alk. dan P Erwin, serta Seksi-seksi : Pembangunan dan Sipil : P. Teguh, P. Muladi, P. Uus. dll. Logistik : P. Tukiran, P. Tulus, dll. Elektrikal Mekanikal : P. Apriyadi, P. Zaetun, P. Prayogo, dll. Usaha dan Pendanaan : P. Joko Lelono, P. Tjoek Azizs, P Sutiawan, P. Yayan, P. Zaenal, P. Seno, P. Wastaman, P. Engkus K., P. Endang, P. Tokit Masditok. Seluruh Warga. Keamanan : P. Dady, P. Iwan Riawan, P. Eko, P. Sugiman. Humas dan Dokumentasi : P. Rimba, P. Yana karyana, P. Wawan. Pembantu Usaha dan Konsumsi : Komponen Ibu-ibu, dan Ka. RT sebagai Fasilitator … dll… Seluruh warga … (Ma’af nama tidak dapat disebutkan satu persatu)
    Masjid disepakati paralel digunakan, kemudian membentuk DKM, Penulis menjadi Ketua DKM, Sekretaris P. Karim Suryadi., Bendahara P. Syukri Ahmad / P. Bambang. Penasehat P. Joko Lelono dan P. H. Lukman Hakim. Seksi Peribadatan P. Mamat Priatna. Seksi Pendidikan P. Zaetun. Seksi Dakwah P. Hendra, P. Jajat. Seksi Usaha P. Engkus, P. Yayan. P. Rimba, P. Ice. Seksi Umum P Tulus P. Andi, P. Tukiran, dll. Peranan Wanita ; Ibu Anugrah, dkk. – dst.
    Dari awal pembicaraan dan dari skenario disinilah kita komponen warga bergerak ke pembentukkan RW baru, meloby Ka. Des waktu itu. Selang kemudian dibentuk panitianya oleh Pengurus RT yang ada seperti yang disebutkan P Yana di atas untuk bekerja. Dalam hasil pemilihan RW tersebut, P. Anugrah (Salah satu Ketua Panitia Pembangunan Masjid) mendapat suara terbanyak menyisihkan calon-calon lainnya(P. Mamat/RT-5, P. Syukri Ahmad/RT-3, P. Yance/RT4 ?). Komponen pengurus RW-21 pertama tersebut, semua dari pegiat masjid. Kita dorong pengurus RW-21 baru tersebut untuk maju..
    Kemudian setelah masa bhakti DKM Penulis berakhir (3 thn), dan hampir bersamaan waktunya dengan berakhirnya masa kepengurusan RW-21 P. Anugrah, dilakukan kembali pemilihan Ketua DKM baru dan Ketua RW-21 baru yang kedua. P. Mamat menjadi Ka. DKM menggantikan Penulis, Sekretaris P. Harifudin, Bendahara P. Bambang Alk. dan Penulis menggantikan P. Anugrah menjadi Ka. RW-21 yang baru tersebut dengan susunan Pengurus Sekretairs P. Dikdik/P. Zaetun/P. Harifudin. Bendahara P Yudhi P / P. Yanceu, dan seksi-seksi, Pendidikan & Agama : P. Zaetun. Pemuda & OR. P. Iwan Triawan. Sosial, Ekonomi & Budaya : P. Karim. S., P. Ramlan. Kesehatan &amp Lingkungan : P. Yanceu. Koord. Trantibman : P. Rimba, P. Marwan. Pemberdayaan : P. YaYan. Peranan Wanita : B. Anugrah, B. Ahmad. Humas dan Dokumentasi. P. Yana Karyana, dst. dan Para Ka. RT. 1 s/d 6. P. Anugrah menjadi Penasehat Penulis Ka. RW baru. Penulis menjadi Pelindung / penasehat Ka. DKM baru.
    Dalam tahapan-tahapan ini dilakukan konsolidasi dan tata ulang struktur organisasi kepengurusan untuk menyesuaikan dengan skenario lingkungan yang berubah. Menyatukan visi, misi, obejective & goal bersama. Wadah implementasinya menjadikan peran operasional dititik beratkan di setiap wilayah RT penyedia sumber daya, peran Para Ketua RT diperbesar lebih ke manajerial untuk menggerakkan partisipasi atau gotong royong, dan penajaman peran Pengurus RW sebagai integrasi, simplikasi, sinkronisasi dan kordinasi agar sinergi dalam peran leadership (Servant Leadership ; khadamul ummah ?) dan motivasi atau deccession making dalam tatanan optimalisasi organisasi kita sebagai lembaga swadaya masyarakat yang harus mampu independen dalam penyediaan sumberdayanya. Inovasi tatanan ini penulis adopsi dari konsep sistem tata pemerintahan Indonesia kita yang menganut sentralisasi, desentralisasi dan medebewind dalam mengurusi pembagian daerah/wilayahnya serta maraknya tuntutan otonomi pengelolaan sumber daya dan perkembangan ilmu menejemen sendiri. Adapun sekarang penulis memasuki periode masa bhakti ke dua, dengan Wkl. Ka. RW 21 P. Rimba WD. Sekretaris P. Yayan / P. Nugraha. Bendahara P. Yunus / P. Yudhi. Penasehat P. Karim Suryadi, dll. Dan kepengurusan penulis ini akan berakhir pertengahan 2009. Pengurus lengkap periode ini lihat kolom ‘Pengurus’, “Tupoksi”, dll.. dalam weblog ini..
    Dalam masa-masa tersebut negeri kita dilanda euforia reformasi serta krisis multidimensi yang merontokkan banyak hal. Salah-salah menangani, dapat berakibat krisis horizontal antar warga. Dan sekarang kita dilanda krisis ekonomi global negeri Paman Syam serta hiruk pikuk di dalam negeri menyongsong Pemilu mendatang dengan kondisi lingkungan kurang menguntungkan. Tetapi Alhamdulillah dan mudah-mudahan di lingkungan kita tersebut, tetap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, minimal kita jaga supaya dapat berjalan dengan baik, sekarang dan mendatang. Kondisi krisis di atas masih berdampak sampai sekarang. Warga silih berganti, warga lama banyak yang pindah, warga baru banyak yang datang, memang kondisi jadi berbeda dengan semula. Kita berharap, mudah-mudahan kiprah-kiprah baik dapat diteruskan… Untuk warga baru, tentunya kita himbau dapat berperan seperti warga yang lama tersebut.
    Tak terhingga dukungan semua warga untuk bergerak mewujudkan semua hal di atas, material – spiritual ; sehingga nama-namanya tidak dapat disebutkan satu persatu, termasuk P. Yana yg juga berperan banyak.. Semoga Alloh SWT senantiasa membalas kiprah-kiprah ini dengan pahala yang berlipat ganda… Amin (Mohon ma’af mengemukakan ini untuk kepentingan intern dan tidak menjadikan hal lain – sekedar menceritakan apa yang dialami penulis). Begitu P. Yana, memang kita bisa lupa, dan mana fotho-fotho hasil jepretan dulu itu… Tks.
    Salam,
    Ka. RW-21

  3. jaetun mengatakan:

    RUMAHKU SELAMANYA
    Puri Cipageran indah 2 tempat tinggalku, jauh dari hiruk pikuk kendaraan atau gemuruh pabri,diapit dua gunung utara dan selatan , jalan PANORAMA adalah sebuah nama yang lahir dari keindahan wilayah rw21

    kemudian

    kata Imam Ali a.s

    ” Sebelum engkau memilih rumah yang engkau diami,maka lihatlah siapa yang akan jadi calon tetanggamu.”

    Puri Cipageran Indah 2 RW 21 warganya memIliki kepedulian sosial ,kebersamaan dan kekeluargaan

    kita melihat betapa pasilitas lingkungan yang serba ada, Masjid , madrasah dan kantor RW yang cukup megah, lapangan olah raga yang disiapkan sedemikian rupa belum lagi kegiatan kemasyarakatan yang aktif lihatlah berbagai prestasi kegiatan .

    saat -saat tergesa gesa ingin merebus mie instan kita bisa langsung ambil air dari kran rebuslah. betapa jernih dan melimpahnya air , “ entah dimana lagi kudapat tempat seperti in”!

    sehingga ku ingin rumahku selamanya.

    wassalam

    keluarga bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: