Sastera : Air Mata Keridloan…

Air Mata Keridloan

Sahabat…
Terkadang air mata bisa jatuh tanpa alasan
Menetes..meleleh…menelusuri lekuk wajah yang gundah
Mungkin karena gravitasi bumi
Mungkin karena kegelisahan hati
Tapi yang pasti itulah sunatullah atas sebuah rasa yang dimiliki

Air mata bisa datang tanpa diundang…
…mungkin karena ada rasa kehilangan
…mungkin karena ada rasa kesunyian
…mungkin karena merasa hidup tanpa harapan
…dan mungkin karena beribu alasan lain yang sangat beragam
Tapi air mata tak pernah meminta penjelasan

Sahabat…
Warna kehidupan memang sangat beragam
Tapi kita jangan pernah merasa lemah
…karena kelemahan sering mengundang perbuatan yang tak diharapkan
Walau bagaimanapun kita harus tetap tegar…
Tegar dan siap menghadapi berbagai riak dan gelombang kehidupan
Masalah tidak akan pernah selesai dengan air mata
Gundah tidak lantas musnah dengan keluhan pada sesama
Kembalilah pada Allah Yang Maha Kuasa…
…yang mampu membolak – balikan hati setiap manusia
…yang bisa mengabulkan setiap munajat yang terpanjat pada-Nya
…yang bisa meng-ada-kan yang tidak ada
…dan bisa meniadakan sesuatu yang ada
Sungguh semua itu sangat mudah bagi-Nya

Sesuatu yang berat menurut kita,
…sungguh merupakan sesuatu yang sangat ringan bagi-Nya
Sesuatu yang takkan pernah mungkin menurut kita,
…adalah sesuatu yang sangat mungkin jika dengan izin-Nya
Mendekatlah pada-Nya…
Tumpahkan setiap gelisah dan risau hanya…dan hanya pada-Nya
Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat setiap masalah kita
Mendekatlah…dan bermunajatlah…
Terlebih di tengah larut malam, manakala semua insan sedang terlelap
Bangunlah…sebutlah nama – nama indah-Nya
Teteskan seluruh air mata dengan ikhlas…
…karena Allah takkan pernah menyia-nyiakan air mata do’a yang ikhlas

Sahabat…
Betapa indahnya hidup ini jika kita bisa saling mendo’akan
…saling menjauhkan kebencian
…saling menjauhkan dendam dan keirian
…hidup saling menyayangi dan mengasihi
…saling mengingatkan dalam setiap langkah kebajikan
…ikhlas dalam memberi dan ridlo dalam berbuat
Itu semua bukan karena ingin pujian dan kekaguman
tapi semata – mata ingin menggapai ridlo-Nya. Amin

(M. Istiqlal, dari Dede Farhan Aulawi)

Satu Balasan ke Sastera : Air Mata Keridloan…

  1. Dede Farhan Aulawi mengatakan:

    Mengenal Osteoporosis
    Oleh : Dede Farhan Aulawi

    Sahabat…
    Kita mungkin sering mendengar istilah Osteoporosis. Iklan di TV pun sering
    menayangkan sebuah produk untuk mencegah penyakit ini. Tapi mungkin ada di
    antara kita yang belum mengenal Osteoporosis atau keropos tulang ini. Oleh
    karena itu saya mencoba membuat sebuah tulisan sederhana mengenai hal ini,
    yang saya sarikan dari beberapa sumber para ahli gizi. Semoga memberikan
    manfaat bagi yang membutuhkannya.

    Osteoporosis adalah penyakit kronik yang ditandai dengan rendahnya masa
    tulang, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah retak, bahkan patah.
    Gejala penyakit ini tidak jelas, sehingga seringkali penderitanya baru
    mengetahui ketika sudah parah.

    Osteoporosis dapat terjadi pada wanita maupun pria. Data saat ini
    menunjukkan bahwa 80% terjadi pada wanita. Hal ini terjadi karena wanita
    mengalami hilangnya masa tulang puncak lebih rendah dibandingkan pria, di
    samping itu fitrahnya wanita adalah hamil dan menyusui yang sangat
    menyedot
    persediaan bahan-bahan tulang untuk janin dan bayinya. Juga wanita
    mengalami hilangnya masa tulang yang cepat pada tahun-tahun pertama
    menopause. Pada masa menopause dan post menopause, produksi hormon
    estrogen menurun, mengakibatkan kehilangan bahan-bahan tulang sehingga
    terjadi osteoporosis.

    Dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, meningkat pula golongan usia
    lanjut di Indonesia. Diperkirakan kejadian osteoporosis dan kaitannya
    dengan patah tulang akan meningkat sehingga bisa menjadi masalah kesehatan
    yang cukup serius.

    Gejala osteoporosis
    Wanita dengan gejala osteoporosis mulai memiliki masalah seperti:
    – Nyeri tulang dan sendi
    – Patah tulang
    – Perubahan bentuk tulang
    Wanita yang semula berbadan tegap, semakin bertambah umur kerangka tulang
    pun memendek dan bengkok. Itu akibat mikro fraktur ditrabeculae tulang dan
    proses degeneratif.

    Mendeteksi osteoporosis

    Uji kepadatan tulang (Bone Densisty Testing/BDT)merupakan uji yang paling
    sering digunakan untuk mengetahui apakah seseorang terkena osteoporosis
    atau
    tidak. Pengukuran dipusatkan pada tulang belakang, pinggul, pergelangan
    tangan kaki atau jari tangan. Alat untuk mengukur masa tulang (BDT)
    disebut
    densinometri. Alat yang dilengkapi sinar X ini mendeteksi masa tulang
    terutama di bagian pinggul, panggul, tangan dan kaki.

    1. DXA (Dual Energy X- Ray Absortiometry), mengukur tulang belakang,
    pinggang atau seluruh tubuh.
    2. PDXA (Peripheral Dual Energy X- Ray Absorptiometry)mengukur pergelangan
    tangan, tumit atau jari-jari.
    3. QCT (Quantitative Computerized Tomography) sama dengan DXA.

    Ultrasonometry menggunakan gelombang suara untuk mengukur kepadatan tumit,
    tulang kering dan tempurung lutut.

    Jika hasil print out komputer yang dihubungkan dengan densinometri
    menunjukkan:
    – angka -1, tidak perlu pengobatan
    – angka -1 sampai -2,5 perlu melakukan pencegahan
    – angka -2,5 osteoporosis, perlu penanganan.

    Faktor-faktor pemicu osteoporosis :
    1. Mengalami fraktur di atas 50 tahun.
    2. Memiliki masa tulang yang rendah
    3. Memiliki kerabat dengan riwayat osteoporosis
    4. Berkelamin wanita (proporsi lebih besar)
    5. Memiliki ukuran tulang yang kecil
    6. Kurang hormon estrogen, terutama setelah menopause
    7. Penderita anoreksia nervousa
    8. Rendah asupan kalsium
    9. Mengonsumsi obat yang mengandung kortikosteroid
    10. Rendah kadar testosteron (pada pria)
    11. Kurang olah raga dan aktivitas
    12. Merokok dan mengkonsumsi alkohol.

    Kiat mencegah osteoporosis

    Pencegahan osteoporosis harus dilakukan sejak dini sampai usia dewasa
    muda, agar mencapai kondisi puncak masa tulang (Peak bone mass). Bila
    tercapai kondisi puncak masa tulang pada usia dewasa muda, kemungkinan
    terjadi osteoporosis pada usia lanjut akan kecil. Umumnya, kondisi puncak
    masa tulang dicapai pada usia 16-40 tahun. Kemudian terjadi peningkatan
    turn over tulang yang menimbulkan berkurangnya masa tulang secara
    bertahap antara 2-3 persen dalam setahun. Kecepatan turn over tulang akan
    turun kembali setelah 10 tahun pasca menopause atau sekira usia 65 tahun.

    Untuk mencegah osteoporosis, perhatikanlah faktor-faktor penting yang
    menentukan puncak masa tulang, yaitu:
    1. Nutrisi yang seimbang, yaitu makanan yang dikonsumsi sesuai dengan
    kebutuhan tubuh, secara kuantitas maupun kualitasnya.
    2. Hindari minuman yang beralkohol dan merokok serta batasi minum kopi.
    3. Kegiatan fisik dan olah raga teratur

    Bagi mereka yang sudah terkena osteoporosis harus melakukan olah raga
    tanpa beban. Terutama di daerah rawan keropos tulang, yaitu di daerah
    tulang rawan
    bagian belakang, bagian pinggul, tulang paha, pergelangan kaki dan tangan.
    Jadi gerakan melompat tidak dianjurkan bagi penderita osteoporosis karena
    dapat menyebabkan patah. Olah raga bisa dilakukan sambil duduk.

    Ada empat gerakan yang dilarang bagi penderita osteoporosis, melompat,
    membungkuk dengan posisi punggung ke depan, seperti gerakan mengambil
    sesuatu di lantai. Gerakan seperti itu bisa menyebabkan tulang punggung,
    tulang pergelangan kaki dan tangan patah. Menggerakkan kaki ke samping
    atau ke depan melawan beban dan berjalan di tempat licin atau tidak rata
    serta
    bebatuan tidak dianjurkan bagi penderita osteoporosis.

    Empat gerakan yang dianjurkan adalah aerobik ringan, jalan kaki, berenang,
    tidur terungkap dengan menaikkan kaki beberapa inci dari lantai beberapa
    menit. Sebelum mulai berolah raga harus pemanasan terlebih dahulu
    sekira 5-10 menit kemudian peregangan. Pada akhir olah raga dilakukan
    pendinginan lebih lama tubuh menjadi lentur.

    Jadi kesimpulan kiat jitu mencegah osteoporosis adalah berpola hidup
    sehat, yakni mengonsumsi nutrisi yang seimbang, membiasakan diri berolah
    raga, cukup istirahat, tidak merokok dan minum beralkohol, mengurangi
    minum kopi dan gembira dalam setiap situasi (mengurangi stres).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: