April 29, 2009
Menyongsong berakhirnya masa bhakti kepengurusan RW-21 periode 2006-2009, pengurus PKK Anggrek RW-21 mempunyai prakarsa untuk mengadakan rekreasi keluarga ke beberapa tempat, dengan tujuan utama “Taman Wisata Nuansa Buah Mekarsari” (Mekarsari Amazing Tourism Park) – Cileungsi, Bogor, dan sekitarnya :
- Hari / Tanggal : Minggu, 03 Mei 2009
- Kendaraan : Bus Parawisata Full A/C (PO Pudja / Kramat Djati)
- Kapasitas Peserta : 60 Seats
- Peserta : Ibu-ibu pengurus PKK, Posyandu, Para Pengurus RT/RW, Warga.
- Biaya : @ Rp.40.000,- / seat/Orang. (Biaya Ticket masuk Utama, Ticket Kereta Keliling, dan 1 x Makan Siang sudah ditanggung Panitia dari dana Subsidi donasi dan Kas PKK).
- Lain-lain : Ada acara khusus, Outbound, ‘door price’ dan hadiah menarik…
Antusias peserta cukup tinggi. Kapasitas 60 kursi yang sudah disediakan Panitia sudah terisi. Maka untuk warga yang masih berminat, mohon ma’af tidak dapat menambah lagi ; atau tidak menutup kemungkinan dapat membawa kendaraan sendiri dan ikut bergabung dalam rombongan.
Mohon do’a dari semua warga khususnya, semoga ‘Rekreasi Warga-21′ ini selamat di perjalanan, tks.
Majulah Warga 21 ; pererat kebersamaan, silaturahmi dan persaudaraan…
1 Komentar |
Bewara 21 / Release, PKK, Rehat, Task Force |
Permalink
Ditulis oleh rw021
Desember 29, 2008
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(Q,S. Al Baqarah : 277)
Leave a Comment » |
Bewara 21 / Release, Kolom Ruhani, PKK, TK/TPA Nurul Hikmah RW 21, Task Force |
Permalink
Ditulis oleh rw021
Desember 20, 2008
Hari Ibu adalah hari peringatan/perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.
Sejarah Hari Ibu Indonesia diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.
Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.
Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1950. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.
Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji ke-ibu-an para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari. (** Ka. RW-21).
Leave a Comment » |
Bewara 21 / Release, Opini Warga 21, PKK |
Permalink
Ditulis oleh rw021
November 18, 2008
Ayo ke POSYANDU….
Untuk memelihara kesehatan dan pertumbuhan putra-putri Warga -21, Pos Pelayanan Terpadu PKK “Anggrek” – RW 21, secara tetap mengadakan pelayanan penimbangan balita. Jadwal yang telah ditetapkan yaitu pada setiap hari Kamis, Minggu ke 2 setiap Bulannya.
Untuk Bulan ini, Nopember 2008, penimbangan balita putra-putri kita akan dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 20, jam : 09.00 s/d Selesai, bertempat di halaman Kantor RW – 21 dengan pembimbing kesehatan dari Puskesmas Kecamatan.
Ayo kita kunjungi kegiatan ini…
(Catatan : Pertumbuhan dan perkembangan bayi maupun balita dapat dipantau seiap bulan melalui catatan dalam buku KMS. Masalah gizi buruk dapat terdeteksi sedini mungkin dengan adanya buku KMS. Kader senantiasa mencatat dan mengisi hasil pertumbuhan yang datang ke posyandu di buku KMS milik bayi maupun balita. Pengetahuan orang tua tentang cara merawat bayi dan balita juga dapat diperoleh dengan membaca di buku KMS. Petugas puskesmas dan kader diminta secara rutin memberikan informasi lisan isi buku KMS kepada orang tua).
Salam Ka. Posyandu PKK “Anggrek” – RW 21,
Ny. Duzan Budhi dan Ibu-ibu Kader lainnya
1 Komentar |
Bewara 21 / Release, PKK, Posyandu |
Permalink
Ditulis oleh rw021