Air Mata Rasulullah SAW

Oktober 11, 2009

logorwTiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu”.

“Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu”, kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

NB :

Perbaikilah rukukmu untuk mengurangi tekanan maut dan perbanyaklah membaca shalawat kepada Rasulullah SAW terutama di hari Jum’at, Insya Allah kita akan mendapat syafa’atnya di dunia dan di Yaumil Mahsyar kelak… Amin Ya Robbal ‘Alamin.

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu di akhirat.

( http://iqbal1.wordpress.com/ )


Renungan : Kembalikan Semua hanya pada-Nya

Maret 19, 2009

Kembalikan Semua hanya pada-Nya
Oleh : Dede Farhan Aulawi

Sahabat…
Dalam diammu, aku mencoba menelusuri
Lorong waktu tak bertepi
…dan mencoba tuk mengerti dan memahami
…apa yang kau rasakan dalam menggapai tujuan

Memang adakalanya kita terombang ambing dalam biduk yang tak pasti
Berlari jauh tanpa arah dan makna
Terhenti sesaat hanya untuk jeda sementara
Tapi selanjutnya kita tersesat kembali di rimba kelelahan

Sahabat…
Dalam diammu ada sebongkah gundah yang ingin kau ungkap
Tapi kau mencoba diam dan tak berterus terang
Kau berusaha menutupi apa yang kau rasakan
Kau berusaha memecahkannya sendiri dengan rasa bimbang
Tapi ketahuilah…
…bahwa bimbangmu telah sampai di sini
…mengetuk pintu dan jendela hati
…merengkuh hangat dalam selimut kehidupan
…tuk bangkitkan sebuah kesadaran yang terdalam

Berhentilah sesaat…
Bersandarlah di tonggak yang kan membimbingmu,
Rasakan hembusan angin yang menerpa sepoi – sepoi
Kau memang sudah tampak cukup lelah…bahkan sangat lelah
Kau butuh seseorang yang bisa kau percaya
Tapi kau masih ragu…
…pada siapa dan harus memulai dari mana ?

Aku hanya bisa tuk mencoba mengerti
…dan menuntunmu dalam meneratas jalan setapak yang kan kau tempuh
…memang tidak banyak jalan yang bisa kutunjukkan
Karena aku hanyalah seberkas cahaya lilin
…yang masih memiliki serpihan cahaya yang tersisa
…yang ingin mengembalikan semua persoalan pada-Nya
…sehingga kita tidak terjebak oleh berbagai ramalan yang menyesatkan
…yang justru menjerumuskan kita ke lembah kegelapan
…bukannya memberi jalan penerang
…malah kita terjebak dan tersesat di tebing jurang yang curam
…akhirnya fikiran dan jiwa terpenjara pada ketakutan yang berlebihan

Ingatlah, bahwa Allah itu bersifat Maha Kasih
Dia sangat mengasihi kita semua
Dan Dia pun mengerti akan persoalan yang kita hadapi
…termasuk sisa energi yang masih kau miliki
Dia Maha Tahu apa yang kau fikirkan dan inginkan
Dia Maha Tahu terhadap setiap bisik hati yang terbersit
Kembalikanlah setiap persoalan pada-Nya
Di samping kita harus terus berupaya menyelesaikannya
Insya Allah ada hasil terbaik untuk kita
Dan do’a ku khusus kupanjatkan untukmu


Rehat : Cerita Kehidupan

Desember 29, 2008

(1)

Inilah Hari Yang Membahagiakan

Ketika Harapan Menjadi Kenyataan

10 Tahun Sudah Kutingalkan Rumah Kontrakan

Berganti Rumah Cicilan

Tak Terasa Semua Beban Itu Sirna

Ketika Cucuran Keringat Sebentar Lagi Berganti Sertifikat Rumah

Anak-Anak Yang Mulai Dewasa

Keteguhan Istri Dalam Susah Dan Senang

Menjadi Pelengkap Kebahagiaan Ini.

Kulihat Kanan Kiri Rumah

Tak Satupun Mereka Membuat Kecewa

Semua Ada Dalam Kebersamaan Dan Kekompakan

Lingkungan Yang Saling Tolong Menolong.

Lihat Slang Air Yang Terbentang Dari Rumah Kerumah

Ketika Satu Rumah Kekeringan

Rumah Yang Lain Membantu

Lihat Ketika Tetangga Sebelah Terkena Musibah

Semua Orang Peduli

Inilah Lingkungan Yang Tak Terlalu Bersahaja

Tapi Cukup Baik Untuk Kehidupan

Puri Cipageran Indah 2 Rw 21

(2)

Puri Cipageran Indah 2 Tempat Tinggalku,

Jauh Dari Hiruk Pikuk Kendaraan Atau Gemuruh Pabrik,

Diapit Dua Gunung Utara Dan Selatan ,

Jalan PANORAMA Adalah Sebuah Nama Yang Lahir Dari Keindahan Wilayah Rw21

Kemudian Kata Imam Ali A.S ;

” Sebelum Engkau Memilih Rumah Yang Engkau Diami, Maka Lihatlah Siapa Yang Akan Jadi Calon Tetanggamu.”

Puri Cipageran Indah 2 RW 21,

Warganya Memiliki Kepedulian Sosial , Kebersamaan Dan Kekeluargaan

Kita Melihat Betapa Pasilitas Lingkungan Yang Serba Ada, Masjid , Madrasah Dan Kantor RW Yang Cukup Megah,

Lapangan Olah Raga Yang Disiapkan Sedemikian Rupa,

Belum Lagi Kegiatan Kemasyarakatan Yang Aktif,

Lihatlah Berbagai Prestasi Kegiatan .

Saat Tergesa-Gesa Ingin Merebus Mie Instan,

Kita Bisa Langsung Ambil Air Dari Kran, Rebuslah.

Betapa Jernih Dan Melimpahnya Air ,

Entah Dimana Lagi Kudapat Tempat Seperti Ini

Sehingga Ku Ingin Rumahku Selamanya.

Wassalam

(By Keluarga Bahagia : Muhammad Jaetun Al-Ghifary)


Hikmah

September 13, 2008

Kata Hikmah ; “Mengherankan jika anak Adam itu bersikap sombong, karena sesungguhnya ia keluar dari tempat ke luar kencing dua kali” (al-Ahnaf bin Qais)


Sastera : DUNIA SERBA TUHAN ATAWA TUHAN SEMAKIN BANYAK

September 6, 2008

Di mana-mana semakin banyak tuhan
Di Irak dan Iran
Di Israel dan Afganistan
Di Libanon dan Nikaragua
Di India dan Srilangka
Di Jepang dan Cina
Di Korea dan Pilipina

Tuhan semakin banyak
Di Amerika dan Rusia
Di Eropa dan Asia
Di Afrika dan Australia
Di NATO dan Pakta Warsawa
Di PBB dan badan-badan dunia

Dimana-mana tuhan, ya Tuhan
Disini pun semua serba tuhan
Disini pun tuhan merajalela
Memenuhi desa dan kota
Mesjid dan gereja
Kuil dan pura
Menggagahi mimbar dan seminar
Kantor dan sanggar
Dewan dan pasar
Mendominasi lalu lintas
Orpol dan ormas
Swasta dan dinas

Ya Tuhan, di sana-sini semua serba tuhan

Pernyataanku pernyataan tuhan!
Kebijaksanaanku kebijaksanaan tuhan!
Keputusanku keputusan tuhan!
Pikiranku pikiran tuhan!
Pendapatku pendapat tuhan!
Tulisanku tulisan tuhan!
Usahaku usaha tuhan!
Khutbahku khutbah tuhan!
Fatwaku fatwa tuhan!
Lembagaku lembaga tuhan
Jama’ahku jamaah tuhan!
Keluargaku keluarga tuhan!
Puisiku puisi tuhan!
Kritikanku kritikan tuhan!
Darahku darah tuhan!
Akuku aku tuhan!

 

Ya Tuhan!

 

1987+1429 (GusMus) J


Humor : Canda Suami Istri

September 6, 2008
Seorang lelaki yang pendek dan buruk rupa suatu hari duduk-duduk bersama istrinya yang sangat cantik. Si lelaki tak berkedip memandang wajah istrinya yang cantik jelita. Agak tersipu-sipu, sang istri pun berkata, “Kau ini kenapa sih, kok dari tadi memandangku saja?”

“Kulihat wajahmu,” jawab si suami, “semakin hari kok semakin cantik saja. Maka setiap kali aku melihatmu, semakin bertambah syukurku.”

“Ya, “kata si istri,” dan kita berdua nanti akan masuk surga.”

“Lho, darimana kautahu?”

“Bukankah hamba yang bersyukur dan hamba yang bersabar akan masuk surga. Kau bersyukur karena mendapat anugerah istri seperti aku. Sedangkan aku bersabar mendapat cobaan berupa suami seperti kau.  ** (GusMus) :J


Sastera : Air Mata Keridloan…

Agustus 28, 2008

Air Mata Keridloan

Sahabat…
Terkadang air mata bisa jatuh tanpa alasan
Menetes..meleleh…menelusuri lekuk wajah yang gundah
Mungkin karena gravitasi bumi
Mungkin karena kegelisahan hati
Tapi yang pasti itulah sunatullah atas sebuah rasa yang dimiliki

Air mata bisa datang tanpa diundang…
…mungkin karena ada rasa kehilangan
…mungkin karena ada rasa kesunyian
…mungkin karena merasa hidup tanpa harapan
…dan mungkin karena beribu alasan lain yang sangat beragam
Tapi air mata tak pernah meminta penjelasan

Sahabat…
Warna kehidupan memang sangat beragam
Tapi kita jangan pernah merasa lemah
…karena kelemahan sering mengundang perbuatan yang tak diharapkan
Walau bagaimanapun kita harus tetap tegar…
Tegar dan siap menghadapi berbagai riak dan gelombang kehidupan
Masalah tidak akan pernah selesai dengan air mata
Gundah tidak lantas musnah dengan keluhan pada sesama
Kembalilah pada Allah Yang Maha Kuasa…
…yang mampu membolak – balikan hati setiap manusia
…yang bisa mengabulkan setiap munajat yang terpanjat pada-Nya
…yang bisa meng-ada-kan yang tidak ada
…dan bisa meniadakan sesuatu yang ada
Sungguh semua itu sangat mudah bagi-Nya

Sesuatu yang berat menurut kita,
…sungguh merupakan sesuatu yang sangat ringan bagi-Nya
Sesuatu yang takkan pernah mungkin menurut kita,
…adalah sesuatu yang sangat mungkin jika dengan izin-Nya
Mendekatlah pada-Nya…
Tumpahkan setiap gelisah dan risau hanya…dan hanya pada-Nya
Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat setiap masalah kita
Mendekatlah…dan bermunajatlah…
Terlebih di tengah larut malam, manakala semua insan sedang terlelap
Bangunlah…sebutlah nama – nama indah-Nya
Teteskan seluruh air mata dengan ikhlas…
…karena Allah takkan pernah menyia-nyiakan air mata do’a yang ikhlas

Sahabat…
Betapa indahnya hidup ini jika kita bisa saling mendo’akan
…saling menjauhkan kebencian
…saling menjauhkan dendam dan keirian
…hidup saling menyayangi dan mengasihi
…saling mengingatkan dalam setiap langkah kebajikan
…ikhlas dalam memberi dan ridlo dalam berbuat
Itu semua bukan karena ingin pujian dan kekaguman
tapi semata – mata ingin menggapai ridlo-Nya. Amin

(M. Istiqlal, dari Dede Farhan Aulawi)