Kesehatan : Vooging

November 7, 2009

DB-RW21Sabtu, 7 Nopember 2009, mulai pkl. 09 s/d selesai, di lingkungan wilayah RW 21 dilaksanakan Vooging atau Pengasapan untuk memberantas nyamuk penjangkit penyakit demam berdarah secara mandiri. Warga iuran @ Rp.5.000,- setiap KK. Kegiatan dikordinir langsung oleh Ka. RW beserta Para Ka. RT.

Warga RW 21 menyambut gembira dan aktif membantu serta mengharapkan kegiatan Vooging ini bukan spontatinitas karena ada Warga terkena DB, tetapi dapat dijadwalkan secara teratur kembali melanjutkan program sebelumnya yang sudah ditetapan dengan baik.

Penaggulangan wabah nyamuk demam berdarah sendiri, selama ini dihimbau paralel dilakukan secara masiv melalui kegiatan 3 M terhadap potensi berkembangnya nyamuk DB.


Permohonan maaf

Oktober 13, 2009

halal bihalal salaman.

Assalamualikum Warahmatullaahi wabarokaatuh

Masih dalam suasana dimana kita sudah melewati Ramadhan 1430 H,dengan segala upaya mengisi kegiatan dengan iman dan amal sholeh, saat Taqbir,Tahlil dan tahmid berkumandang malam itu telah kita lewati ,maka kita berharap  lahir kembali  sebagai manusia yang memiliki fitrah suci dan bersih  terbebas dari dosa . untuk dosa kepada Allah cukuplah Allah  memberikan magfirah dengan iman dan amal kita, namun untuk dosa kepada makluknya, Orang Tua, Saudara,Teman, Sahabat,dan Tetangga harus digenapkan dengan ucapan maaf  dari makluknya .oleh karena itu atas nama pengurus RW 21 dan keluarga memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja.

Semoga kita kembali berjumpa dengan Allah dalam keadaan suci dan bersih. Amiin

Wassalam Ketua RW 21 dan keluarga.


Teladan Kepemimpinan

Oktober 13, 2009

Tp-Kepemimpinan-RW21URUSAN kepemimpinan atau imamah dalam Islam merupakan salah satu kewajiban agama di antara kewajiban lainnya, sebab agama tidak mungkin tegak tanpa memiliki pemimpin. Hal ini erat kaitannya dengan fitrah kejadian manusia, di mana setiap pribadi satu dengan yang lainnya saling membutuhkan hingga melahirkan hubungan interaksi di antara mereka dalam kehidupan bermasyarakat atau bernegara.

Soal pentingnya pemimpin menurut ajaran Islam didasarkan pada sejumlah ayat Al-Quran dan hadis, antara lain disebutkan: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan orang-orang yang memegang kekuasaan di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 59).

Dalam sebuah hadis disebutkan: “Apabila berangkat dalam perjalanan tiga orang maka hendaklah mengangkat salah seorang dari mereka menjadi pemimpin.” (HR. Abu Dawud).

Demikianlah, Allah dan Rasul-Nya telah menegaskan betapa pentingnya keberadaan seorang pemimpin dalam suatu urusan. Bahkan disebutkan tiga orang saja yang akan melaksanakan suatu tugas bersama dan untuk tujuan yang sama, hendaklah mengangkat salah satu di antaranya sebagai pemimpin. Dengan adanya seorang pemimpin, bila terjadi suatu perselisihan pendapat yang tidak bisa dipertemukan lagi, maka keputusannya di tangan seorang pemimpin.

Di hadis yang lain Rasulullah Saw bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari-Muslim).

Hanya, tingkatan kepemimpinan itu saja yang berbeda. Ada yang memimpin dalam lingkup terkecil seperti keluarga hingga yang paling besar seperti negara. Namun, di level mana pun seseorang memimpin, pasti ingin menjadi pemimpin yang sukses dan ditaati.

Pemimpin yang sukses adalah yang mampu memberikan perubahan yang lebih baik kepada yang dipimpinnya. Perubahan yang dimaksud tidak hanya yang bersentuhan dengan perkara duniawi. Justru yang lebih penting adalah perubahan yang berkaitan dengan urusan ukhrawi. Karenanya, hikmah terbesar disyariatkannya kepemimpinan pada dasarnya ialah menjaga kemaslahatan ukhrawi setiap orang.

Islam lalu mengajarkan tentang prinsip-prinsip kepemimpinan yang islami. Paling tidak ada dua hal penting. Pertama, bertakwa kepada Allah Swt. Ketakwaan seorang pemimpin besar sekali manfaatnya dalam mengayomi masyarakat. Kepemimpinan yang dilandasi dengan dasar takwa akan lahir suatu sistem masyarakat yang tidak mengenal diskriminasi di antara mereka, sebab pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya lebih merupakan sebagai pengabdian kepada masyarakat sekaligus dalam rangka beribadah kepada Allah Swt.

Kedua, menjadikan kepemimpinan sebagai amanah. Dalam Islam sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanah dari Allah Swt, sehingga tidak saja harus dipertanggungjawabkan di dunia tetapi juga di akhirat kelak.

Dalam surat al-An’am 165 dinyatakan: “Dan Dialah yang menjadikankanmu penguasa (pemimpin) bumi dan sebagian kamu ditinggikan Tuhan beberapa derajat dari yang lain karena Tuhan hendak menguji kamu tentang apa yang diberikan-Nya kepada kamu.”

Allah Swt juga berfirman dalam surah An-Nisa` 58: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.”

Rasulullah pun sudah menjelaskan: “Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanat dan pada hari akhirat kepemimpinan itu adalah rasa malu dan penyesalan, kecuali orang yang mengambilnya dengan haq serta melaksanakan tugas kewajibannya.” (HR. Muslim).

Mengingat kepemimpinan itu adalah amanat, maka untuk menduduki jabatan pimpinan haruslah orang yang terpilih dalam suatu forum yang mempunyai kewenangan tunggal dan yang lebih mampu dari yang lainnya, baik dari segi kepribadiannya maupun dari segi kecakapannya. Menurut Islam, sangatlah tidak etis dan tidak bermoral orang yang meminta-minta jabatan atau meminta posisi pimpinan. Rasulullah Saw sangat tidak suka terhadap hal ini, karena pemimpin yang memperoleh posisinya dengan cara semacam itu sangat sulit dipertanggungjawabkan kemungkinan berhasilnya dalam memimpin.

Suatu ketika Rasulullah menasihati sahabat Abu Bakar r.a.: “Hai Abu Bakar, urusan kedudukan itu adalah untuk orang yang tidak menginginkannya, bukan untuk orang-orang yang menonjol-nonjolkan diri dan memburunya. Ia adalah bagi orang yang memandang kecil urusan itu dan bukan bagi orang yang mengulur-ulurkan kepalanya untuk itu.”

Rasulullah memberikan nasihat kepada kita agar dalam memilih seorang pemimpin adalah orang yang ahli dan tepat, sebagaimana sabdanya: “Apabila amanat itu telah disia-siakan, maka tunggulah saat (kehancurannya). Sahabat bertanya: Bagaimana menyia-nyiakannya? Jawab Rasulullah: Apabila suatu jabatan diserahkan kepada orang-orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (HR. Bukhari).

Lantas, bagaimanakah sikap kita seandainya diberi kesempatan menjadi pemimpin? Ada hal menarik yang patut kita contoh pada diri Abu Bakar r.a ketika diangkat menjadi seorang khalifah menggantikan Rasulullah SAW. Segera setelah dibaiat Abu Bakar berpidato: “Hai umat, aku telah diangkat untuk memerintahmu. Sebenarnya aku terpaksa menerimanya. Aku bukanlah orang yang terpandai dan termulia dari kamu. Bila aku benar dukunglah bersama-sama, tetapi jika aku menyimpang dari tugasku, betulkanlah bersama-sama. Jujur dan lurus adalah amanat, sedang bohong dan dusta adalah penghianatan.

Kaum yang lemah diantara kamu adalah kuat dalam pandanganku hingga haknya diperolehnya. Orang yang kuat dari kalanganmu adalah lemah dihadapanku hingga aku rebut hak itu dari padanya. Perjuangan dan jihad itu sekali-kali janganlah ditinggalkan. Kaum yang meninggalkan jihad itu akan dipukul kehinaan. Patuhlah kepadaku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Dikala aku mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, kamu tidak wajib patuh lagi kepadaku.”

Selanjutnya dalam kehidupan sehari-hari, Abu Bakar sebagai seorang khalifah atau pemimpin negara, dengan mencontoh Rasulullah Saw, tetap dalam kesederhanaan. Antara Abu Bakar dan rakyat tak ada tabir dan dinding pagar pembatas. Rumahnya boleh dikunjungi setiap waktu dan terbuka bagi rakyat. Ia bisa ditemui di mana saja. Pakaian, makanan, dan penghidupannya sangatlah bersahaja.

Alkisah, suatu hari Abu Bakar keluar ke Pasar Madinah memakai baju dari kulit kambing. Ketika kejadian itu dilihat keluarganya, mereka buru-buru datang kepada Abu Bakar dan berkata: “Hai khalifah, engkau sungguh-sungguh membuat malu kami di mata kaum muhajirin, Anshar, dan orang Arab.” Lalu Abu Bakar menjawab: “Apakah kamu bermaksud agar aku menjadi seorang Raja yang angkuh di zaman Jahiliyah dan angkuh di zaman Islam?”

Ketika Abu Bakar hendak meninggal, ia berkata kepada putrinya Aisyah: “Hai Aisyah, unta yang kita minum susunya, juga bejana tempat kita mencelupkan pakaian, serta baju qathifah yang saya pakai, semuanya hanya dapat kita gunakan selama saya berkuasa. Dan bila aku meninggal, seluruhnya harus dikembalikan kepada Umar.” Maka ketika Abu bakar meninggal, Aisyah mengembalikan semua barang tersebut kepada Umar bin Khaththab.

Kisah yang lainnya, tatkala seorang wanita kampung bernama Unaisar berkata: “Hai Abu Bakar, apakah engkau masih dapat menolong kami memerah susu kambing seperti sebelum menjadi khalifah?” Jawab Abu Bakar: “Insya Allah aku akan tetap bersedia menolong kamu.” Demikianlah sosok Abu Bakar sebagai kepala negara yang telah berhasil menaklukkan dua kerajaan besar (Syiria dan Persia) masih menyediakan waktu untuk memeraskan susu kambing untuk para wanita sekampungnya.

Sekarang, bagaimana dengan kita? Apakah kita juga harus mencontoh apa adanya sikap dan kepribadian Abu Bakar tersebut. Tentu tidak demikian, karena situasi dan kondisi sejarah sangatlah jauh berbeda dengan zaman khalifah Abu Bakar. Namun demikian, paling tidak kita harus mencontoh kesederhanaannya sebagai seorang pemimpin, tak sewenang-wenang, jauh dari gaya hidup mewah, tiada angkuh dan tidak sombong. (tp.-)


Selamat ‘Iedul Fithri 1430 H

September 19, 2009

Slide2Ass. Wr. Wb.

Mata kadang salah melihat. Mulut kadang salah berucap. Hati kadang salah menduga. Maafkan segala kekhilafan. Mohon maaf lahir dan bathin. Selamat hari raya Idul Fitri 1430H.  

Wass. Wr. Wb.,
Keluarga Besar RW-21


64 Tahun Indonesia

Agustus 13, 2009

HUT RI 64 RW-21-2


Pilpres 2009 Warga-21

Agustus 6, 2009

Mapag Romadhon 3 1430 H

Agustus 3, 2009

MAPAG ROMDHAN III (1430 H )

Alhamdulillah berkat pertolongan dan hidayah Allah s.w.t Kami Majlis Talim Ibu-ibu Al hikmah dan PKK RW 21 kembali dapat melaksanakan BAKSOS berupa pembagian sembako untuk anak yatim piatu , kaum dluafa dan khodimat di linglkungan RW21.

Hal ini dapat terselenggara berkat dukungan pengurus RW21 dan seluruh keluarga besar RW21.

Insya Allah pelaksanaan pembagian SEMBAKO kepada mereka yang sudah terdaftar akan dilaksanakan pada tgl 16 Agustus 2009 bersamaan dengan syukur nikmat atas kemerdekaan RI yang ke 64.

Tiada kata yang dapat kami sampaikan kepada mereka yang telah memberikan sumbangan baik moril maupun materil selain ucapan terimakasih dan do’a semoga kita keluarga besar RW 21. mendapatkan limpahan rizki, kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan. (Amiin)


Sertijab Ka. RW-21

Juni 13, 2009

logorwAlhamdulillah, Sabtu, 13 Juni 2009, Pkl. 19.30 ini akan dilaksanakan serah terima jabatan pengurus RW-21 dari pengurus lama periode 2006-2009 kepada pengurus baru periode 2009-2012. Kepala Desa beserta jajarannya serta Ka. BPD Tanimulya, Tokoh Masyarakat, Warga serta Undangan lainnya siap untuk hadir dan melaksanakan pengukuhan dan ikut menyaksikan prosesi sertijab tersebut. Adapun Ketua RW-21 yang lama, telah menjabat selama dua periode kepengurusan, dan sesuai ketentuan tidak dapat dipilih kembali. Konsistensi menghindarkan stagnasi dan menjalankan kelancaran regenerasi kepemimpinan organisasi supaya tetap optimal kinerjanya.

Pemilihan Ketua RW-21 yang baru, dilakukan secara langsung oleh warga dan disepakati secara aklamasi melalui musyawarah-mufakat dalam formatur panitia pemilihan yang telah dibentuk sebelumnya. Kanditat Ketua terpilih ditetapkan untuk nama calon yang mendapatkan suara terbanyak dari ketentuan 3 (tiga) besar calon. Dalam proses penjaringan 3 (tiga) nama calon yang mendapat suara terbanyak tersebut, Panitia menetapkan persyaratan LDPT (Loyalitas, Dedikasi, Prestasi dan Tidak tercela). Terpilih tiga nama dari 11 (sebelas) nama calon yang muncul, yaitu ; Jaetun, S.Ag. (249), Ir. Nugroho JW. (59) dan Drs. Hamsani (20) suara. Dengan demikian, peraih suara terbanyak an. Jaetun, S. Ag. dapat ditetapkan sebagai Calon Ketua RW-21 yang baru dan sepakat ditetapkan pula Nugroho JW., ST., mengisi Calon Wkl Ka. RW-21. 

Jaetun, S.Ag., dalam kepengurusan RW-21 yang lama adalah Ketua Seksi Pendidikan dan Agama serta pernah menjabat Ka. RT-03 dan Sekretaris RW-21 di periode 2003-2006, dan Nugroho JW., ST., adalah Ka. RT-04 periode 2006-2009. Hasil pemilihan tersebut dinyatakan sah dan mempunyai legalitas serta legitimated untuk dikukuhkan. Prosesi pemilihan berlangsung jujur dan adil serta tertib, aman dan lancar serta dalam suasana yang sangat kondusif.

Adapun Panitia pemilihan yang diberi mandat melaksanakan tugas ini yaitu :

  1. Yayan, S.Pd., M.Pd (Sekretaris RW-21 sebagai Ketua / Tim Kerja)
  2. Wastaman, B.Sc. (Ka. RT 01 sebagai Anggota / Tim Kerja)
  3. Drs. Hamsani, (Ka. RT 02 sebagai Anggota / Tim Kerja)
  4. Yana Karyana, S.Kom., (Ka. RT 03 sebagai Anggota / Tim Kerja)
  5. Nugroho JW, ST., (Ka. RT 04 sebagai Anggota / Tim Kerja)
  6. Hajar Aswandi, Bc.Hk. (Ka. RT 05 sebagai Anggota / Tim Kerja)
  7. Imam Santoso, SH., (Ka. RT 06 sebagai Anggota / Tim Kerja)

Melalui kesempatan ini pula, Ka. RW-21 yang lama beserta jajaran pengurusnya yang telah demisioner, menyampaikan permohonan ma’af yang sebesar-besarnya atas berbagai kekurangan, kealfaan atau kekhilafan yang menyebabkan sesuatu hal tidak berkenan di hati Warga-21. Serta mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas peran dan partisipasi seluruh Warga 21 yang selama ini telah bahu-membahu membangun kebersamaan untuk menghantarkan lingkungan RW-21 yang tentram, tertib dan aman.

Masih banyak harapan-harapan warga yang belum dapat diwujudkan, mudah-mudahan oleh pengurus yang baru dapat dilanjutkan. Kalaupun ada manfaat dari sedikit kiprah yang telah diperbuat pengurus lama serta dapat dirasakan sebagai kebaikan bersama, mudah-mudahan menjadi catatan jariyah untuk Kita bersama. Wallohu muwaffiqh ilaa aqwamith-tarieq.

Majulah Warga-21, selamat untuk pengurus baru, selamat berjuang… Lanjutkan…

Salam,
T. Ahmad Pathoni.


Wisata Warga 21 ; “Tour ke Taman Buah Mekarsari”

April 29, 2009

bis-wisata2Menyongsong berakhirnya masa bhakti kepengurusan RW-21 periode 2006-2009, pengurus PKK Anggrek RW-21 mempunyai prakarsa untuk mengadakan rekreasi keluarga ke beberapa tempat, dengan tujuan utama “Taman Wisata Nuansa Buah Mekarsari” (Mekarsari Amazing Tourism Park) – Cileungsi, Bogor, dan sekitarnya :

  • Hari / Tanggal : Minggu, 03 Mei 2009
  • Kendaraan : Bus Parawisata Full A/C (PO Pudja / Kramat Djati)
  • Kapasitas Peserta : 60 Seats
  • Peserta : Ibu-ibu pengurus PKK, Posyandu, Para Pengurus RT/RW, Warga.
  • Biaya : @ Rp.40.000,- / seat/Orang. (Biaya Ticket masuk Utama, Ticket Kereta Keliling, dan 1 x Makan Siang sudah ditanggung Panitia dari dana Subsidi donasi dan Kas PKK).
  • Lain-lain : Ada acara khusus, Outbound, ‘door price’ dan hadiah menarik…

Antusias peserta cukup tinggi. Kapasitas 60 kursi yang sudah disediakan Panitia sudah terisi. Maka untuk warga yang masih berminat, mohon ma’af tidak dapat menambah lagi ; atau tidak menutup kemungkinan dapat membawa kendaraan sendiri dan ikut bergabung dalam rombongan.

Mohon do’a dari semua warga khususnya, semoga ‘Rekreasi Warga-21′  ini selamat di perjalanan, tks.

Majulah Warga 21 ; pererat kebersamaan, silaturahmi dan persaudaraan… 


Pemilu Legislatif 2009

April 12, 2009

pemilu1Alhamdulillah, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala rosulillah wa ‘ala aalihi washohbihi waman wa lah. Amma ba’du.

Kamis, 09 April 2009 ; di lingkungan warga kita telah terlaksana dengan baik dan lancar proses pemilihan umum untuk anggota legislatif DPRD Kabupaten, Provinsi, DPR RI dan DPD sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh Warga 21. 85% nama yang terdaftar dalam DPT menunaikan hak-nya dengan baik.

Kepada seluruh Anggota Panitia Pelaksana Pemungutan Suara di TPS 11 dan 12  Rukun Warga 21,  sebagai relawan yang tiada mengenal lelah,, melalui kesempatan ini seluruh warga menyampaikan rasa terimakasih  dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Alloh SWT membalas kebaikan tersebut dengan imbalan pahala yang berlipat ganda dalam rangka tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Kita cintai ini. Dan mudah-mudahan wakil rakyat di lembaga legislatif yang kelak terpilih, dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.

Semoga kebersamaan Kita Warga-21 dalam berbagai kegiatan senantiasa terjaga dengan baik, tks.  :)